Beberapa waktu yang lalu,saya dan seorang teman sedang melakukan aksi telepon tengah malam. Setelah ngobrol ngalur-ngidul, topik pembicaraan berubah dan menjurus ke arah omongan tentang kehidupan. Tiba-tiba teman saya berkata,
“gw sadar kalo ternyata hati kita tuh luasnya nggak berbatas. Setiap orang yang pernah ada dalam hidup kita pasti punya tempat di hati kita. Bayangin berapa banyak orang yang pernah kita temui sampai saat ini, pasti banyak banget kan, dan semuanya punya tempat tersendiri.”
Pada saat dia bilang begitu, yang ada di otak saya adalah gambaran sebuah ruangan besar dimana di dalamnya ada banyak loker. Setiap orang yang pernah kita temui, akan menempati sebuah ruang di deretan loker-loker itu. Orangtua, adik, kakak, sepupu, teman, sahabat, musuh, pacar, gebetan, atasan, rekan kerja dan masih banyak lagi.
Saat kita merasa tersakiti biasanya yang ingin kita lakukan adalah membuang jauh-jauh semua kenangan tentang orang tersebut, tapi hal itu mustahil, kenapa? Karena pada saat seseorang sudah masuk ke dalam hidupmu maka, mau tak mau, orang itu akan mengambil sebuah tempat di hatimu. Kamu tak akan mungkin bisa membuang mereka karena mereka sudah ada di dalam loker itu dan terkunci disana. Yang bisa dilakukan mungkin hanya mendorong loker kelabu tersebut ke pojokan hati yang paling jauh sehingga pada akhirnya loker itu akan terlupakan.
Terkadang kita hanya melihat hal-hal buruk yang ada di kehidupan dan seringkali kita lupa untuk bersyukur. Kita lupa mensyukuri kehadiran orang-orang yang telah membuat hidup kita berwarna. Satu atau dua loker kelabu yang ada di pojokan hati seakan tak berarti jika dibandingkan dengan banyaknya loker warna-warni yang menghiasi hidup kita.
——————————————————————————————————-
Terima kasih atas semua canda, semua tawa, semua senyuman, semua cerita, semua traktiran (baik itu dalam rangka ulang tahun maupun pajak jadian hehe), semua kebawelan (yang bawel itu loe be, bukan gw), semua jokes yang terkadang garing, semua ulah aneh, naik mercusuar, salto sambil makan pisang goreng (hehe), maen tepok nyamuk, cebur-ceburan, nonton bareng, makan siang bersama, main uno di ruang QC (yang ngomong kasar ambil dua kartu!!), perjalanan penuh perjuangan untuk menuntut ilmu, teman berantem (kesannya preman banget ya?), wi fi-an di ruang tengah, kerja kelompok, sesi curhat tengah malam, adu males bikin outline, ajakan main airsoft gun (yang masih belom kesampean sampe sekarang, maaf ya), kesetrum kompor listrik.
Terima kasih atas kehadiran kalian semua dan terima kasih atas semua keceriaan dan kebahagiaan yang sudah kalian bagi. Terima kasih untuk semua perhatian dan kasih sayang. Terima kasih atas semua ilmu, semua pengalaman, semua cerita yang pernah terjadi.
Terima kasih kepada kalian yang sudah mengisi “loker hati” dan mewarnai hidupku…
“Life can give you a thousand reasons to cry, but your beloved ones can give life a million smiles to live”
11 Februari 2009
-M-
*Sindrom bikin outline ampe tengah malem, trus jadi kepikiran yang aneh-aneh.